Skip to content

Mengapa KANIRARAS?

December 2, 2011

 

Sejak jadi seorang ayah, saya jadi sering sekali pamer. Pamer foto anak, pamer aktivitas bersama anak dan juga pamer artikel yang saya tulis tentanga anak saya. Hehehe…Maklum lah, ayah baru…

Beberapa waktu lalu saya sudah berbagi cerita mengenai kelahiran anak saya, cerita singkat arti nama yang saya berikan dan kisah lain di balik nama Edelweiss, kali ini saya ingin “pamer” mengapa saya memberi nama “Kaniraras” kepada anak pertama saya.

Hal itu berawal ketika saya menyiapkan nama untuk calon anak saya. Sejak awal saya memang sudah berencana untuk memberikan nama yang berunsur wayang dan arab (islami), karena seperti sudah saya ceritakan di artikel sebelumnya bahwa nama adalah identitas.

Saat itu nama laki-laki sudah selesai saya siapkan. Namun belum siap untuk nama perempuan. Penyebabnya adalah saya sedikit kesulitan mencari nama tokoh wayang perempuan yang bisa saya “comot”. Memang banyak sih tokoh wayang perempuan, namun saya sengaja mencari nama yang tidak terlalu sering digunakan kebanyakan orang.

Akhirnya ketemu beberapa pilihan antara lain Sembadra, Kunthi, Madrim, Prabasini dan Sakuntala. Memang sih ada pula orang yang mempunyai nama tersebut, namun setidaknya kan tidak terlalu biasa. Akhirnya beberapa nama tersebut saya ajukan ke Bapak saya, karena bagaimana pun juga Bapak saya jauh lebih paham mengenai dunia pewayangan. Maka dari itu saya konsultasikan terlebih dahulu agar tidak salah memberi nama. Tapi Bapak terlihat kurang setuju, jadi tidak terlalu merespon.

Hingga pada suatu saat kemudian, Bapak sms memberi saran sebuah nama yaitu KANIRARAS. Saya sendiri awalnya kurang tahu tokoh tersebut. Walau memang pernah juga tahu dengar beberapa orang bernama Kaniraras, tapi setidaknya tidak terlalu pasaran. Akhirnya saya setuju dengan nama tersebut.

Kaniraras adalah tokoh wayang jawa, sehingga tidak ada dalam pewayangan mahabarata India atau Hindu. Gambar wayangnya seperti tertampil, kalau tidak salah :D

Kalau menurut Bapak saya, Kaniraras adalah bidadari yang diperintahkan untuk menjelma menjadi manusia (dengan nama lain adalah Retnawati) kemudian menikah dengan Satria-Brahmana Manumayasa. Kaniraras merupakan lambang semangat keselarasan/ harmonisasi antara akal (logika) dan rasa (emosi). Sekaligus lambang kecerdasan. Bidadari itu sendiri adalah lambang makhluk yang sudah tinggi peradabannya.

Sehingga jika digabung, Kaniraras adalah lambang makhluk yang sudah tinggi peradabannya dimana dengan menggunakan akal dan rasa dapat menciptakan harmonisasi dalam kehidupan.

Kaniraras dan suaminya Manumayasa mempunyai putra Bambang Sakuntrem/Bambang Kalingga, yang merupakan tokoh insan kamil dalam pewayangan.

Tentu harapan saya, anak saya pun dapat memiliki sifat-sifat positif yang dimiliki oleh Kaniraras dalam pewayangan.

Advertisement
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.