Mengapa SYIFA?
Setelah sebelumnya saya menjelaskan tentang nama Kaniraras, Edelweiss dan keseluruhan arti nama anak saya, tidak lengkap kalau saya tidak bercerita mengapa “Syifa” saya pilih menjadi nama anak saya.
“Syifa” memang nama yang umum dan sering digunakan. Tapi bagi saya tetap saja spesial, karena kisah tokoh sahabat Rasul yang bernama Asy-Syifa memang lah sangat spesial.
Sahabiyah Rasul ini bernama Laila, namun lebih dikenal dengan nama Asy-Syifa’ binti Abdullah bin Abdi Syams bin Khalaf bin Sadad bin Abdullah bin Qirath bin Razah bin Adi bin Ka’ab al- Qurasyiyyah al-Adawiyah. Asy-Syifa’ ra masuk Islam sebelum hijrahnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam dan beliau termasuk muhajirin angkatan pertama dan termasuk wanita yang berba’iat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.
Asy-Syifa’ termasuk wanita yang cerdas dan utama, beliau seorang ulama di antara ulama dalam Islam dan tanah yang subur bagi ilmu dan iman.
Asy-Syifa’ dikenal sebagai guru dalam membaca dan menulis sebelum datangnya Islam, sehingga tatkala beliau masuk Islam beliau tetap memberikan pengajaran kepada wanita-wanita muslimah dengan mengharapkan ganjaran dan pahala. Oleh karena itulah, beliau disebut sebagai ‘guru wanita pertama dalam Islam’. Di antara wanita yang dididik oleh asy-Syifa’ adalah Hafshah binti Umar bin Khatthab ra istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam .
Disamping itu, asy-Syifa’ dikenal sebagai salah satu sahabiyah yang memiliki kecerdasan dan keterampilan dalam bidang kedokteran, khususnya dalam hal kejiwaan. Dia terkenal dengan pengobatan ruqyahnya. Maka tatkala beliau masuk Islam dan berhijrah beliau berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam, “Aku adalah ahli ruqyah di masa Jahliliyah dan aku ingin memperlihatkannya kepada Anda.” Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Perlihatkanlah kepadaku.” Asy-Syifa’ berkata, “Maka, aku perlihatkan cara meruqyah kepada beliau yakni meruqyah penyakit bisul.” Kemudian, Rasulullah Shallallahu ‘ alaihi wassalam bersabda, “ Meruqyalah dengan cara tersebut dan ajarkanlah hal itu kepada Hafshah.” Di antara yang termasuk ruqyah adalah do’a: Ya Allah Tuhan manusia, Yang Maha menghilangkan penyakit, sembuhkanlah, karena Engkau Maha Penyembuh, tiada yang dapat menyembuhkan selain Engkau, sembuh yang tidak terjangkiti penyakit lagi.” ( HR Abu Daud).
Asy-Syifa’ telah mendapatkan bimbingan yang banyak dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam . Beliau juga turut menyebarkan Islam dan memberikan nasihat kepada umat. Umar bin Khatthab sangat mendahulukan pendapat beliau, menjaganya dan mengutamakannya dan terkadang beliau mempercayakan kepadanya dalam urusan pasar. Begitu pula sebaliknya, asy-syifa’ juga menghormarti Umar, beliau memandangnya sebagai seorang muslim yang shadiq (jujur), memiliki suri teladan yang baik dan memperbaiki, bertakwa dan berbuat adil.
Tentu saja harapan saya, kelak anak saya dapat meniru suri tauladan Sahabiyah Rasul Asy-Syifa’.
Referensi: http://ghelendem.blogspot.com (Sumber: kitab Nisaa’ Haular Rasuul, karya Mahmud Mahdi al-Istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi)

