<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ajix&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://xwisnuajix.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://xwisnuajix.wordpress.com</link>
	<description>alamat baru dari blog www.my-blackheart.blogspot.com</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 03:28:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='xwisnuajix.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/3a7ecbb63807343c30b7a0d237ad50e6?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>ajix&#039;s Blog</title>
		<link>http://xwisnuajix.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://xwisnuajix.wordpress.com/osd.xml" title="ajix&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://xwisnuajix.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tidak Normalkah Punk?</title>
		<link>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/12/17/tidak-normalkah-punk/</link>
		<comments>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/12/17/tidak-normalkah-punk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 09:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xwisnuajix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life style]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[punk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xwisnuajix.wordpress.com/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kita tahu bahwa beberapa saat lalu muncul berita bahwa terjadi penangkapan beberapa anak punk di Aceh oleh aparat kepolisian ketika diselenggarakannya sebuah konser musik. Dari beberapa sumber berita seperti di situs ini, ini, ini dan ini, bisa kita tarik kesimpulan bahwa penangkapan tersebut bukanlah karena mereka melakukan tindak kriminal, namun aparat kepolisian “hanya sekedar” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xwisnuajix.wordpress.com&amp;blog=9194063&amp;post=459&amp;subd=xwisnuajix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="punk" src="http://www.beritasatu.com/media/images/medium/16122011162514.jpg" alt="" width="310" height="200" /></p>
<p class="MsoNormal">Seperti kita tahu bahwa beberapa saat lalu muncul berita bahwa terjadi penangkapan beberapa anak punk di Aceh oleh aparat kepolisian ketika diselenggarakannya sebuah konser musik.</p>
<p class="MsoNormal">Dari beberapa sumber berita seperti di situs <a href="http://kbr68h.com/feature/laporan-khusus/16640-kenapa-anak-punk-ditangkapi-" target="_blank">ini</a>, <a href="http://oase.kompas.com/read/2011/12/14/23291499/Komunitas.Punk.Tak.Boleh.Ada.di.Aceh" target="_blank">ini</a>, <a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/12/14/104249/Puluhan-Anak-Punk-Ditangkap-dan-Direhabilitasi" target="_blank">ini</a> dan <a href="http://www.beritasatu.com/nasional/21745-pemda-penangkapan-punk-aceh-dilanjutkan.html" target="_blank">ini</a>, bisa kita tarik kesimpulan bahwa penangkapan tersebut bukanlah karena mereka melakukan tindak kriminal, namun aparat kepolisian “hanya sekedar” membantu polisi syariah dalam menegakkan hukum adat dan hukum syariat. Dan punk dianggap ancaman dan tidak sesuai hukum adat dan syariah.</p>
<p>Jika kita berasumsi bahwa berita pada sumber yang saya sebutkan tadi benar, saya rasa ada beberapa hal yang kurang pas dalam penangkapan tersebut.</p>
<p>Disebutkan bahwa <em>“Didampingi pengurus Komite Pengutan Aqidah dan Peningkatan Amalan Islam (KPA-PAI) Wirzaini Usman, ia mengatakan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberikan pembinaan agar mereka kembali hidup normal”</em>. Pertanyaannya adalah, hidup normal itu yang seperti apa? Hanya karena berbeda, apakah lantas berhak melabeli orang lain sebagai  “tidak normal” dan boleh ditangkap padahal tidak melakukan tindakan kriminal?</p>
<p>Dengar-dengar, konser yang diselenggarakan komunitas tersebut adalah konser amal. Kalau memang begitu adanya, bukankah positif sekali kegiatan tersebut? Namun coba baca salah satu statemen dari Kepala Polresta Banda Aceh yang tertulis di salah satu artikel tersebut:<span id="more-459"></span></p>
<p>“<em>“Alasannya Aceh ini kan syariat Islam, jadi makanya walikota melakukan pembinaan terhadap anak-anak itu. Konsernya begini mbak, mereka menggunakan komunitas anak Aceh, Waktu meminta ijinnya ke MPU itu minta rekomendasi itu seolah-olah Komunitas Anak Aceh untuk mencari dana fakir miskin dan anak yatim , Nah ulama disitu bilang wah ini bagus, akhirnya mengeluarkan rekomendasi lah. Datangnya rapi bukan dengan rambut jabrik segala macam kemudian rekomendasi itu turun ke Polres. Polres juga dengan rekomendasi MPU itu kita memberi ijin. Dalam pelaksanaannya ya udah kumpul anak-anak punk ada yang dari Bali, dari Medan, Lampung. Rupanya sudah direncanakan oleh mereka seolah-olah anak punk di Aceh deklarasi lah mereka bahwa anak punk boleh eksis di Aceh.”</em></p>
<p>Saya berpikir, lha memangnya berbuat baik dan berbuat amal, apa hanya dimonopoli mereka yang berbaju rapi? Hey ingat, banyak pula mereka yang berbaju rapi justru jadi maling. Dan lucunya, dengan datangnya komunitas punk dari berbagai daerah, Bapak Kapolresta tersebut berpikir kawan-kawan punk itu mau mendeklarasikan eksistensinya seolah mau merdeka macam GAM, OPM dan sejenisnya. Sungguh lucu. Mungkin sekedar info untuk Bapak Kapolresta terhormat, di acara seperti itu sudah biasa kalau dihadiri oleh kawan-kawan dari daerah lain. Tidak ada maksud apa-apa. Just have fun together!</p>
<p>Saya sendiri memang belum pernah ke Aceh. Dan tidak ada di sana ketika penangkapan tersebut terjadi. Belum pernah pula tahu tentang hukum di Aceh, yang katanya beda dengan daerah lain. Tidak tahu pula dengan polisi syariah itu seperti apa, hak-nya apa saja dan kewajibannya apa saja.</p>
<p>Hanya saja jika memang pemberitaan tersebut benar adanya, yang terpikir oleh saya adalah, apakah salah menjadi berbeda dari orang kebanyakan? Berbeda di sini mungkin tidak sekedar pakaiannya, musiknya, namun  bisa juga pola pikirnya.</p>
<p>Jadi teringat ketika pada suatu kesempatan teman kantor saya pernah bilang <em>“wah hidupnya anak punk itu tentu resikonya kecil ya, karena tidak punya tujuan hidup”</em>. Pada kesempatan lainnya teman kantor saya yang lain pernah pula berkomentar ketika melihat serombongan anak punk berjalan di trotoar <em>“Orang seperti itu tuh yang dipikirnya cuma hidup untuk hari ini, hari besok ya mikirnya besok…”</em>. Dan saya cuma tersenyum. Tersenyum kecut. Tidak menjawab apa-apa. Karena malas juga mau menjawab. Karena saya tahu sudut pandang kami berbeda dalam melihat hal tersebut, jadi bakal menjadi obrolan panjang kalau diteruskan.</p>
<p>Saya tidak terlalu menyalahkan teman kantor saya tersebut atas pendapatnya. Karena pola pikir mereka yang “begitu-begitu saja”, tidak pernah melihat sudut pandang lain dan tentunya belum pernah mengenal lebih dekat tentang komunitas punk, pada akhirnya mereka hanya menyimpulkan dari kulitnya saja. Mereka mungkin tidak tahu bahwa <em>scene</em> (atau sebut saja komunitas) ini punya banyak hal positif.</p>
<p><em>Scene</em> ini mengenalkan bagaimana menjadi orang yang kritis terhadap media, tidak percaya begitu saja dengan hasutan. <em>Scene</em> ini melahirkan banyak pula insan-insan berkegiatan positif yang mungkin justru tidak pernah dilakukan orang-orang “normal” seperti kawan kantor saya tadi. Banyak kegiatan amal yang dibungkus dengan acara musik maupun non musik diadakan oleh komunitas ini. Banyak pula kegiatan seni diselenggarakan, seperti <em>artwork</em>, pameran <em>zine </em>dan sebagainya. Banyak sekali kegiatan sosial diikuti oleh kawan-kawan dari <em>scene</em> ini, seperti aktif dalam kegiatan Food Not Bomb, PETA, organisasi penyelamat orang utan dan sebagainya. Banyak pula hal-hal positif yang dikenalkan oleh scene ini seperti straight edge, ekologi, budaya saling menghormati dan banyak hal lainnya.</p>
<p>Dan yang sering salah kaprah, banyak orang mengira bahwa punk itu dandanannya harus sama dan seragam serta bertato. Mereka tidak tahu bahwa banyak pula kawan-kawan punk yang dandanannya biasa saja. Dandanan bukanlah poin penting dalam scene ini. Bukan berarti yang berdandan sangar itu lebih “punk” dibanding yang berdandan biasa, atau sebaliknya.</p>
<p>Yang kebanyakan orang kenal adalah punk itu yang ada di jalanan. Punk itu ya anak jalanan. Saya tidak menyangkal bahwa banyak kawan-kawan punk yang hidup di jalanan. Hal tersebut memang ada dan itu adalah pilihan. Dan saya hormati pilihan mereka. Tapi secara umum, punk sama sekali tidak ada korelasi dengan tempat dimana Anda tinggal. dan <em>nongkrong. </em>Mau di jalan, di rumah, di studio musik, di kontrakan, atau bahkan di masjid! Bahkan seandainya Anda naik kapal lalu terdampar di pulau tak berpenghuni dan hidup di sana selamanya, Anda tetap punk jika memang Anda mau.</p>
<p>Di artikel lain <a href="http://www.undergroundtauhid.com/bukan-hanya-salah-firaun-ketika-punk-menjadi-lebih-menarik-dari-islam/" target="_blank">sebuah website</a>,</p>
<p>seorang psikolog mengatakan bahwa anak punk biasanya adalah anak yang tidak mendapat perhatian dari orang tua dan sedang dalam tahap pencarian jati diri.</p>
<p>Yang saya ingin tanyakan kepada psikolog tersebut adalah “apakah Anda pernah benar-benar mendalami dan mengenal komunitas ini lebih dekat dalam beberapa tahun?”. Karena sejauh yang saya ketahui, komunitas ini berisi berbagai macam orang dari latar belakang yang berbeda dan kepribadian yang berbeda. Ada yang dari keluarga dengan orang tua yang cukup dalam memberi kasih sayang (atau kalau Anda mungkin menyebutnya sebagai “keluarga normal”), ada pula yang berasal dari keluarga yang mungkin Anda sebut <em>“broken home”</em>. Ada yang memang masih remaja, namun tak sedikit mereka yang sudah tua atau dewasa dan dalam kondisi yang mungkin Anda biasa sebut “mapan”. Saya rasa kondisi keluarga <em>broken home</em> atau anak berjiwa labil (mencari jati diri) tidak hanya dalam komunitas seperti ini, tapi ada dalam segala jenis komunitas. Apakah lantas para teroris dan para narapidana itu juga akan Anda sebut berasal dari keluarga <em>broken home</em> dan berjiwa labil? Ada baiknya tidak menyamaratakan semua kondisi dengan satu parameter.</p>
<p class="MsoNormal">Banyak yang tidak tahu pula bahwa kawan-kawan punk pun punya berbagai jenis pekerjaan sebagai mata pencaharian di berbagai bidang seperti musik dan seni, advertising, dagang, pegawai kantor, akuntan, buruh pabrik, dosen bahkan pengacara! Kalau memang ada kawan-kawan yang memilih mengamen, lalu kenapa? Itu hanya pekerjaan. Bukan satu parameter untuk mengukur mulia atau tidaknya seseorang.</p>
<p class="MsoNormal">Dan menariknya, dalam scene ini tidak ada kata “harus begini”, “harus begitu”, “harus seperti ini seperti itu”. Jadi jangan heran jika dalam scene ini ada bermacam-macam orang dengan berbagai jenis cara berpakaian, aktivitas yang disukai, pilihan politik, pekerjaan bahkan pola pikir. Karena memang tidak ada aturan “harus begini harus begitu”, tidak dapat dipungkiri banyak pula “anak punk” yang sekedar memahami kulitnya saja sehingga hanya sekedar mengartikan bahwa punk itu liar, punk itu bebas  sebebas-bebasnya dan tidak mau memahami lebih dalam sehingga justru meninggalkan esensi-esensi positif punk itu sendiri.</p>
<p class="MsoNormal">Itu sedikit yang saya ketahui tentang <em>scene</em> ini sejauh yang saya kenal.</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin membaca artikel saya ini ada yang berpikir saya antek liberal, aktivis HAM bayaran Amerika Serikat dan berbagai label yang sering dialamatkan kepada orang-orang yang mempunyai pendapat “sedikit” berbeda atau tidak umum.</p>
<p class="MsoNormal">Antek liberal?  Wah saya sendiri justru sering tidak sepakat kok dengan pandangan kawan-kawan di Jaringan Islam Liberal. Antek Amerika? Lha wong status FB saya beberapa waktu lalu justru sering menghujat AS dan sekutunya. Saya tidak ditungganggi apa pun. Saya hanya mencoba berpikir simpel, “dalami sebelum menghakimi”. Itu saja.</p>
<p class="MsoNormal">Pembahasan ini akan langsung berakhir jika Anda berpikir <em>“Ini Aceh. Aturannya seperti itu. Kalau nggak cocok dengan aturan tersebut, ya silakan angkat kaki dari tanah ini”.</em> Selesai perkara. Tapi, menurut saya penegakan hukum adat dan syariah tidak dapat dibentengi dengan kalimat peninggalan feodal seperti itu, namun seharusnya dapat dilakukan dengan lebih menghargai perbedaan, karena tidak semua orang memiliki latar belakang, otak dan pola pikir yang seragam.</p>
<p><em>Gambar diambil dari: http://www.beritasatu.com/media/images/medium/16122011162514.jpg</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xwisnuajix.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xwisnuajix.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xwisnuajix.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xwisnuajix.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xwisnuajix.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xwisnuajix.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xwisnuajix.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xwisnuajix.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xwisnuajix.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xwisnuajix.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xwisnuajix.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xwisnuajix.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xwisnuajix.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xwisnuajix.wordpress.com/459/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xwisnuajix.wordpress.com&amp;blog=9194063&amp;post=459&amp;subd=xwisnuajix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/12/17/tidak-normalkah-punk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/861bfd53660496286fd1f6e361605526?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">xwisnuajix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.beritasatu.com/media/images/medium/16122011162514.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">punk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa SYIFA?</title>
		<link>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/12/02/mengapa-syifa/</link>
		<comments>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/12/02/mengapa-syifa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 15:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xwisnuajix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[kaniraras syifa edelweiss]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xwisnuajix.wordpress.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sebelumnya saya menjelaskan tentang nama Kaniraras, Edelweiss dan keseluruhan arti nama anak saya, tidak lengkap kalau saya tidak bercerita mengapa “Syifa” saya pilih menjadi nama anak saya. “Syifa” memang nama yang umum dan sering digunakan. Tapi bagi saya tetap saja spesial, karena kisah tokoh sahabat Rasul yang bernama Asy-Syifa memang lah sangat spesial. Sahabiyah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xwisnuajix.wordpress.com&amp;blog=9194063&amp;post=454&amp;subd=xwisnuajix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sebelumnya saya menjelaskan tentang <a href="http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/12/02/mengapa-kaniraras/" target="_blank">nama Kaniraras</a>, <a href="http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/23/mengapa-edelweiss/" target="_blank">Edelweiss</a> dan <a href="http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/22/kaniraras-syifa-edelweiss/" target="_blank">keseluruhan arti nama anak saya</a>, tidak lengkap kalau saya tidak bercerita mengapa “Syifa” saya pilih menjadi nama anak saya.</p>
<p>“Syifa” memang nama yang umum dan sering digunakan. Tapi bagi saya tetap saja spesial, karena kisah tokoh sahabat Rasul yang bernama Asy-Syifa memang lah sangat spesial.</p>
<p>Sahabiyah Rasul ini bernama Laila, namun lebih dikenal dengan nama Asy-Syifa’ binti Abdullah bin Abdi Syams bin Khalaf bin Sadad bin Abdullah bin Qirath bin Razah bin Adi bin Ka’ab al- Qurasyiyyah al-Adawiyah.  Asy-Syifa’ ra masuk Islam sebelum hijrahnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam dan beliau termasuk muhajirin angkatan pertama dan termasuk wanita yang berba’iat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.<span id="more-454"></span></p>
<p>Asy-Syifa’ termasuk wanita yang cerdas dan utama, beliau seorang ulama di antara ulama dalam Islam dan tanah yang subur bagi ilmu dan iman.</p>
<p>Asy-Syifa’ dikenal sebagai guru dalam membaca dan menulis sebelum datangnya Islam, sehingga tatkala beliau masuk Islam beliau tetap memberikan pengajaran kepada wanita-wanita muslimah dengan mengharapkan ganjaran dan pahala. Oleh karena itulah, beliau disebut sebagai ‘guru wanita pertama dalam Islam’. Di antara wanita yang dididik oleh asy-Syifa’ adalah Hafshah binti Umar bin Khatthab ra istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam .</p>
<p>Disamping itu, asy-Syifa’ dikenal sebagai salah satu sahabiyah yang memiliki kecerdasan dan keterampilan dalam bidang kedokteran, khususnya dalam hal kejiwaan. Dia terkenal dengan pengobatan ruqyahnya. Maka tatkala beliau masuk Islam dan berhijrah beliau berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam, “Aku adalah ahli ruqyah di masa Jahliliyah dan aku ingin memperlihatkannya kepada Anda.”  Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Perlihatkanlah kepadaku.” Asy-Syifa’ berkata, “Maka, aku perlihatkan cara meruqyah kepada beliau yakni meruqyah penyakit bisul.” Kemudian, Rasulullah Shallallahu ‘ alaihi wassalam bersabda, “ Meruqyalah dengan cara tersebut dan ajarkanlah hal itu kepada Hafshah.” Di antara yang termasuk ruqyah adalah do’a: Ya Allah Tuhan manusia, Yang Maha menghilangkan penyakit, sembuhkanlah, karena Engkau Maha Penyembuh, tiada yang dapat menyembuhkan selain Engkau, sembuh yang tidak terjangkiti penyakit lagi.” ( HR Abu Daud).</p>
<p>Asy-Syifa’ telah mendapatkan bimbingan yang banyak dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam . Beliau juga turut menyebarkan Islam dan memberikan nasihat kepada umat. Umar bin Khatthab sangat mendahulukan pendapat beliau, menjaganya dan mengutamakannya dan terkadang beliau mempercayakan kepadanya dalam urusan pasar. Begitu pula sebaliknya, asy-syifa’ juga menghormarti Umar, beliau memandangnya sebagai seorang muslim yang shadiq (jujur), memiliki suri teladan yang baik dan memperbaiki, bertakwa dan berbuat adil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tentu saja harapan saya, kelak anak saya dapat meniru suri tauladan Sahabiyah Rasul Asy-Syifa&#8217;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Referensi: http://ghelendem.blogspot.com (Sumber: kitab Nisaa’ Haular Rasuul, karya Mahmud Mahdi al-Istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xwisnuajix.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xwisnuajix.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xwisnuajix.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xwisnuajix.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xwisnuajix.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xwisnuajix.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xwisnuajix.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xwisnuajix.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xwisnuajix.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xwisnuajix.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xwisnuajix.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xwisnuajix.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xwisnuajix.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xwisnuajix.wordpress.com/454/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xwisnuajix.wordpress.com&amp;blog=9194063&amp;post=454&amp;subd=xwisnuajix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/12/02/mengapa-syifa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/861bfd53660496286fd1f6e361605526?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">xwisnuajix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa KANIRARAS?</title>
		<link>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/12/02/mengapa-kaniraras/</link>
		<comments>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/12/02/mengapa-kaniraras/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 15:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xwisnuajix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[kaniraras syifa edelweiss]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xwisnuajix.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Sejak jadi seorang ayah, saya jadi sering sekali pamer. Pamer foto anak, pamer aktivitas bersama anak dan juga pamer artikel yang saya tulis tentanga anak saya. Hehehe…Maklum lah, ayah baru&#8230; Beberapa waktu lalu saya sudah berbagi cerita mengenai kelahiran anak saya, cerita singkat arti nama yang saya berikan dan kisah lain di balik nama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xwisnuajix.wordpress.com&amp;blog=9194063&amp;post=451&amp;subd=xwisnuajix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://xwisnuajix.files.wordpress.com/2011/12/k38_kaniraras_solo.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-452" title="k38_kaniraras_solo" src="http://xwisnuajix.files.wordpress.com/2011/12/k38_kaniraras_solo.jpg?w=600" alt=""   /></a></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejak jadi seorang ayah, saya jadi sering sekali pamer. Pamer foto anak, pamer aktivitas bersama anak dan juga pamer artikel yang saya tulis tentanga anak saya. Hehehe…Maklum lah, ayah baru&#8230;</p>
<p>Beberapa waktu lalu saya sudah berbagi<a href="http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/22/kaniraras-syifa-edelweiss/" target="_blank"> cerita mengenai kelahiran anak saya</a>, cerita singkat arti nama yang saya berikan dan <a href="http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/23/mengapa-edelweiss/" target="_blank">kisah lain di balik nama Edelweiss</a>, kali ini saya ingin “pamer” mengapa saya memberi nama “Kaniraras” kepada anak pertama saya.</p>
<p>Hal itu berawal ketika saya menyiapkan nama untuk calon anak saya. Sejak awal saya memang sudah berencana untuk memberikan nama yang berunsur wayang dan arab (islami), karena seperti sudah saya ceritakan di <a href="http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/22/kaniraras-syifa-edelweiss/" target="_blank">artikel sebelumnya bahwa nama adalah identitas.</a></p>
<p>Saat itu nama laki-laki sudah selesai saya siapkan. Namun belum siap untuk nama perempuan. Penyebabnya adalah saya sedikit kesulitan mencari nama tokoh wayang perempuan yang bisa saya “comot”. Memang banyak <em>sih </em>tokoh wayang perempuan, namun saya sengaja mencari nama yang tidak terlalu sering digunakan kebanyakan orang.<span id="more-451"></span></p>
<p>Akhirnya ketemu beberapa pilihan antara lain Sembadra, Kunthi, Madrim, Prabasini dan Sakuntala. Memang <em>sih </em>ada pula orang yang mempunyai nama tersebut, namun setidaknya <em>kan </em>tidak terlalu biasa. Akhirnya beberapa nama tersebut saya ajukan ke Bapak saya, karena bagaimana pun juga Bapak saya jauh lebih paham mengenai dunia pewayangan. Maka dari itu saya konsultasikan terlebih dahulu agar tidak salah memberi nama. Tapi Bapak terlihat kurang setuju, jadi tidak terlalu merespon.</p>
<p>Hingga pada suatu saat kemudian, Bapak sms memberi saran sebuah nama yaitu KANIRARAS. Saya sendiri awalnya kurang tahu tokoh tersebut. Walau memang pernah juga tahu dengar beberapa orang bernama Kaniraras, tapi setidaknya tidak terlalu <em>pasaran.</em> Akhirnya saya setuju dengan nama tersebut.</p>
<p>Kaniraras adalah tokoh wayang jawa, sehingga tidak ada dalam pewayangan mahabarata India atau Hindu. Gambar wayangnya seperti tertampil, kalau tidak salah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau menurut Bapak saya, Kaniraras adalah bidadari yang diperintahkan untuk menjelma menjadi manusia (dengan nama lain adalah Retnawati) kemudian menikah dengan Satria-Brahmana Manumayasa. Kaniraras merupakan lambang semangat keselarasan/ harmonisasi antara akal (logika) dan rasa (emosi). Sekaligus lambang kecerdasan. Bidadari itu sendiri adalah lambang makhluk yang sudah tinggi peradabannya.</p>
<p>Sehingga jika digabung, Kaniraras adalah lambang makhluk yang sudah tinggi peradabannya dimana dengan menggunakan akal dan rasa dapat menciptakan harmonisasi dalam kehidupan.</p>
<p>Kaniraras dan suaminya Manumayasa mempunyai putra Bambang Sakuntrem/Bambang Kalingga, yang merupakan tokoh insan kamil dalam pewayangan.</p>
<p>Tentu harapan saya, anak saya pun dapat memiliki sifat-sifat positif yang dimiliki oleh Kaniraras dalam pewayangan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xwisnuajix.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xwisnuajix.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xwisnuajix.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xwisnuajix.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xwisnuajix.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xwisnuajix.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xwisnuajix.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xwisnuajix.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xwisnuajix.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xwisnuajix.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xwisnuajix.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xwisnuajix.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xwisnuajix.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xwisnuajix.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xwisnuajix.wordpress.com&amp;blog=9194063&amp;post=451&amp;subd=xwisnuajix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/12/02/mengapa-kaniraras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/861bfd53660496286fd1f6e361605526?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">xwisnuajix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://xwisnuajix.files.wordpress.com/2011/12/k38_kaniraras_solo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">k38_kaniraras_solo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Edelweiss?</title>
		<link>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/23/mengapa-edelweiss/</link>
		<comments>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/23/mengapa-edelweiss/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 05:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xwisnuajix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[kaniraras syifa edelweiss]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xwisnuajix.wordpress.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai janji saya di artikel sebelumnya, saya akan menceritakan alasan lain mengapa nama Edelweiss saya pilih untuk anak saya. Disamping arti kata dan makna Edelweiss seperti yang saya tulis di artikel sebelumnya tersebut, saya mempunyai kisah tersendiri mengapa Edelweiss saya jadikan nama untuk putri pertama saya. (iiiih…jadi maluuuu…) Dulu saya sering sekali naik gunung, kira-kira [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xwisnuajix.wordpress.com&amp;blog=9194063&amp;post=437&amp;subd=xwisnuajix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Kaniraras Syifa Edelweiss" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/305495_1663777332180_1769640799_837904_1096902424_a.jpg" alt="" width="180" height="240" /></p>
<p>Sesuai janji saya di <a href="http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/22/kaniraras-syifa-edelweiss/" target="_blank">artikel sebelumnya</a>, saya akan menceritakan alasan lain mengapa nama Edelweiss saya pilih untuk anak saya. Disamping arti kata dan makna Edelweiss seperti yang saya tulis di <a href="http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/22/kaniraras-syifa-edelweiss/" target="_blank">artikel sebelumnya</a> tersebut, saya mempunyai kisah tersendiri mengapa Edelweiss saya jadikan nama untuk putri pertama saya. <em>(iiiih…jadi maluuuu…)</em></p>
<p>Dulu saya sering sekali naik gunung, kira-kira pada saat SMA dan kuliah. Awal mula hobi tersebut karena saat SMA saya tergabung dalam organisasi pecinta alam di SMA saya (SMA 8 Yogyakarta).</p>
<p>Pada tahun pertama mengenal aktivitas pendakian, saya sangat antusias sekali. Setiap mendaki gunung, saya selalu mengambil batu/kerikil untuk kenang-kenangan bahwa dulu saya pernah mendaki gunung tersebut. Kadang saya juga memberikan kepada istri saya yang saat itu masih teman dekat, ya sebut aja pacaran atau calon istri. Dengan sok gagah saya berikan sebagai kenang-kenangan dengan sedikit rasa pamer di hati <em>“hebat kan bisa sampai puncak gunung”</em>.</p>
<p>Nah suatu saat pada saat pertama kali mendaki Gunung Merbabu tahun 2001, saya baru tahu ada bunga Edelweiss (atau banyak yang bilang Edelweiss Jawa). Kawan-kawan bilang itu adalah bunga keabadian karena tidak dapat layu walau sudah dipetik.</p>
<p><a href="http://xwisnuajix.files.wordpress.com/2011/11/edelweiss-gede2.jpg"><img title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://xwisnuajix.files.wordpress.com/2011/11/edelweiss-gede2.jpg?w=385&#038;h=289" alt="" width="385" height="289" /></a></p>
<p>Dengan sedikit berjiwa romantis, saya ambilkan seikat Edelweiss itu kemudian saya ikat dengan benang merah. Sesampai di kota, saya serahkan bunga itu kepada calon istri saya. Bunga Edelweiss perlambang cinta abadi saya, dan benang merah perlambang cinta. Begitu maksud saya saat itu. Walau sebenarnya saya bukanlah orang yang romantis (bahkan cenderung cuek bebek), tapi entah waktu itu terpikir begitu saja.</p>
<p>Sejak bergabung dengan pecinta alam di SMA, saya menjadi tertarik dengan isu-isu lingkungan. Ketertarikan tersebut membuat saya senang membaca artikel tentang lingkungan. Hingga akhirnya pada tahun sekitar 2003, saya membaca artikel bahwa bunga Edelweiss ternyata bunga yang langka. Sudah sedikit sekali jumlahnya.<span id="more-437"></span></p>
<p>Tiba-tiba saya teringat salah satu etika pecinta alam <em>&#8220;jangan ambil apapun kecuali gambar&#8221;</em>. Hilang sudah rasa bangga, rasa pamer, rasa menang, rasa sok hebat yang dulu terasa saat mengambil batu/kerikil dan bunga Edelweiss. Yang tersisa hanya rasa malu. Akhirnya saya berniat untuk mengembalikan batu/kerikil dan bunga Edelweiss yang sudah saya ambil tersebut.</p>
<p>Dan ketika di sebuah pendakian ke Merbabu (kalau tidak salah pada saat SMA atau awal kuliah), saya bawa semua batu/kerikil yang pernah saya ambil. Saya juga minta kembali bunga Edelweiss yang sudah saya berikan ke calon istri saya, walau sebenarnya sungkan dan berat hati. Akhirnya ketika ditengah perjalanan dalam pendakian, saya taruh kembali batu/kerikil dan bunga tersebut. Walau kerikil itu saya ambil dari berbagai gunung lain, setidaknya saya kembalikan lagi ke alam liar (walau hanya di Merbabu). Begitu juga walau bunga tersebut tidak mungkin saya sambungkan kembali ke pohonnya, setidaknya saya kembalikan ke alam aslinya.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, ternyata Allah meridhoi calon istri saya tersebut benar-benar menjadi istri saya. Nah karena itu lah ketika kemarin istri saya hamil, saya memilih nama Edelweiss dengan maksud mengembalikan kembali Edelweiss yang dulu pernah saya berikan  namun saya minta kembali. Tapi, kali ini Edelweiss yang saya berikan jauh lebih istimewa, tidak hanya sekedar bunga. Tidak hanya sekedar perlambang. Namun Edelweiss berupa Kaniraras Syifa Edelweiss.</p>
<p><a href="http://xwisnuajix.files.wordpress.com/2011/11/edelweiss_01.jpg"><img title="edelweiss_01" src="http://xwisnuajix.files.wordpress.com/2011/11/edelweiss_01.jpg?w=313&#038;h=300" alt="" width="313" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xwisnuajix.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xwisnuajix.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xwisnuajix.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xwisnuajix.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xwisnuajix.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xwisnuajix.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xwisnuajix.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xwisnuajix.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xwisnuajix.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xwisnuajix.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xwisnuajix.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xwisnuajix.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xwisnuajix.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xwisnuajix.wordpress.com/437/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xwisnuajix.wordpress.com&amp;blog=9194063&amp;post=437&amp;subd=xwisnuajix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/23/mengapa-edelweiss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/861bfd53660496286fd1f6e361605526?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">xwisnuajix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/305495_1663777332180_1769640799_837904_1096902424_a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kaniraras Syifa Edelweiss</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://xwisnuajix.files.wordpress.com/2011/11/edelweiss-gede2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://xwisnuajix.files.wordpress.com/2011/11/edelweiss_01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">edelweiss_01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kaniraras Syifa Edelweiss</title>
		<link>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/22/kaniraras-syifa-edelweiss/</link>
		<comments>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/22/kaniraras-syifa-edelweiss/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 05:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xwisnuajix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[kaniraras syifa edelweiss]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xwisnuajix.wordpress.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah (tanpa “sesuatu banget ya…”)… Anakku lahir…Selamat dan sehat… Hari itu memang seperti hari-hari Sabtu biasa. Yang berbeda hanya tanggalnya. Sabtu itu tanggal 19 November 2011. Saya pulang ke Jogja sebagai rutinitas mingguan. Maklum perantau mingguan Bahkan rencananya, Sabtu itu saya akan masak bersama istri seperti hari sabtu biasanya. Tapi sejak pagi kok istri saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xwisnuajix.wordpress.com&amp;blog=9194063&amp;post=435&amp;subd=xwisnuajix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Kaniraras Syifa Edelweiss" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/384684_1657987067427_1769640799_834547_1401897826_n.jpg" alt="" width="480" height="640" /></p>
<p>Alhamdulillah <em>(tanpa “sesuatu banget ya…”)</em>… Anakku lahir…Selamat dan sehat…</p>
<p>Hari itu memang seperti hari-hari Sabtu biasa. Yang berbeda hanya tanggalnya. Sabtu itu tanggal 19 November 2011. Saya pulang ke Jogja sebagai rutinitas mingguan. Maklum perantau mingguan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Bahkan rencananya, Sabtu itu saya akan masak bersama istri seperti hari sabtu biasanya. Tapi sejak pagi <em>kok </em>istri saya selalu merasakan kontraksi yang intens setiap 5 menit. Karena dulu pernah terjadi kontraksi palsu, jadi hari itu istri saya tidak mau langsung dibawa ke rumah sakit. Mau menunggu dulu sampai jam 12 siang. Karena beberapa hari sebelumnya juga pernah terjadi pendarahan dan kontraksi serupa, namun setelah dibawa ke rumah sakit, ternyata kontraksi palsu dan belum ada tanda-tanda pembukaan.</p>
<p>Saat itu pun tidak terpikir akan terjadi proses kelahiran. Mengingat hari perkiraan lahirnya tanggal 30 November 2011. Namun hingga pukul dua belas siang, kontraksi masih terus terjadi. Akhirnya kami ke rumah sakit. Setelah dibawa di rumah sakit, ternyata memang sudah pembukaan kedua. Sekitar jam 2 siang, istri saya dipindahkan ke kamar bersalin. Ketuban pecah tepat pukul 4. Saat itu diperiksa masih pembukaan 2. Perawat yang memeriksa memperkirakan bayi baru lahir setelah 10 jam kemudian. Tapi setelah ketuban pecah, kontraksi semakin menjadi-jadi. Akhirnya jam setengah enam perawat memeriksa lagi dan ternyata sudah pembukaan sempurna.</p>
<p>Tepat ketika adzan magrib terdengar, proses melahirkan dimulai. Tidak sampai setengah jam (pukul 17.55 WIB), keluarlah seonggok daging bernyawa bernama manusia, yang mana itu adalah anak saya. Merah terkena darah. Ari-ari masih menempel. Jenis kelamin perempuan, sesuai dengan hasil USG 4 dimensi-nya.</p>
<p>Perasaan <em>deg-degan</em> hilang sudah, setelah melihat anak saya dinyatakan sehat dan normal. Sejak istri masuk ke ruang persalinan memang saya sama sekali tidak khawatir, malah kadang ketika istri kesakitan karena kontraksi saya <em>guyoni  “Lha opo gunane melu hypnobirthing nek ijih loro…(lha apa gunanya ikut hypnobirthing kalau masih sakit)”…</em>hehehe….Tapi ketika alat-alat untuk proses melahirkan disiapkan, baru deh mulai <em>deg-deg serrr</em> …Berbagai kekhawatiran tiba-tiba muncul…Bagaimana kalau begini…Bagaimana nanti kalau begitu..Dan sebagainya..Namun saya harus tenang dan telihat santai. Karena kalau saya justru panik, tentu akan mempengaruhi psikis istri saya. Itu yang pernah saya baca di buku. Dan saat itu harus saya praktekkan. Untung proses berjalan benar-benar cepat, tidak lebih dari setengah jam. Sehingga saya tidak perlu terlalu lama senam jantung dan <em>macak santai.</em></p>
<p>Tak henti-hentinya saya bersyukur. Betapa tidak? Semua doa saya benar-benar dikabulkan oleh-Nya. Dalam doa, secara rinci saya meminta agar anak saya lahir pada hari sabtu/minggu agar saya dapat menunggui. Saya memohon pula agar kelahiran dapat berjalan cepat dan normal, tidak cesar. Semua dikabulkan. Bahkan Allah memberikan bonus lebih, oleh kantor saya ditugaskan dinas ke Jogja dari tanggal 22-30 November 2011. Alhamdulillah <em>(sekali lagi tanpa “sesuatu banget ya…”)</em>. Puas deh bermain dengan anak.</p>
<p><strong>Nama</strong></p>
<p>Sejak awal kehamilan saya memang sudah mencari-cari nama untuk dua jenis kelamin. Dan pada saat kehamilan berjalan sekitar 6-7 bulan, saya sudah mendapatkan nama yang tepat untuk dua jenis kelamin. Setelah USG menunjukkan bahwa jenis kelaminnya kemungkinan perempuan pun, nama laki-laki yang saya siapkan pun tetap saya simpan. Dan nama-nama itu tidak ada yang saya beritahu, bahkan istri saya. Hingga bayi lahir, baru lah semua saya beritahu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Andai yang lahir adalah laki-laki, nama yang saya siapkan adalah <strong><span id="more-435"></span>Abdul Nafi Hamas Ekalaya.</strong> Abdul Nafi adalah Hamba dari Allah, Sang Maha Pemberi Manfaat. Hamas berarti  pemberani. Dan Ekalaya diambil dari nama tokoh wayang Mahabarata bernama lengkap Bambang Ekalaya. Bersifat ksatria, teguh pendirian dan sakti. Bahkan kesaktiannya mengalahkan Arjuna lho <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi, harapannya sang anak akan menjadi hamba Allah (sang Pemberi Manfaat) yang pemberani dan ksatria seperti Ekalaya. Namun ternyata nama ini belum terpakai untuk saat ini. Mungkin nanti saya pakai untuk anak kedua, ketiga, keempat atau kelima (atau mungkin ke enam) <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan untuk nama perempuannya adalah <strong>Kaniraras Syifa Edelweiss.  </strong>Kaniraras adalah tokoh wayang jawa di Mahabarata. Tidak ada di Mahabarata versi Hindu. Dia adalah tokoh bidadari khayangan. Perlambang orang cerdas dan berperadaban maju. Syifa adalah seorang perempuan sahabat nabi (Asy Syifa). Pada jaman itu termasuk sahabiyah Nabi yang cerdas. Sering memberi pelajaran kepada orang-orang jaman itu, termasuk salah satu istri Nabi.</p>
<p>Dan Edelweiss adalah perlambang bunga abadi. Bunga yang tak berubah bentuk dan wujud walau sudah dipetik. Sedangkan secara bahasa, Edelweiss itu sendiri artinya dalam bahasa Jerman adalah putih mulia.</p>
<p>Jadi Kaniraras Syifa Edelweiss berarti sebuah harapan dan doa agar engkau menjadi seorang yang cantik dan pandai seperti bidadari Kaniraras, cerdas dan soleh seperti Syifa serta kecantikan, kecerdasan dan kesolehanmu dapat abadi seperti bunga abadi Edelweiss.</p>
<p><em>Khusus untuk kata “Edelweiss” ada alasan lain mengapa nama itu saya berikan kepada anak saya. Mungkin artikel selanjutnya akan saya ceritakan </em><em>J</em></p>
<p><strong>Kenapa pasti ada nama wayangnya dan arab?</strong></p>
<p>Setiap nama yang saya siapkan selalu mengandung unsur nama wayang dan nama arab. Karena menurut saya, selain sebagai doa dan pengharapan, nama adalah identitas pemiliknya. Nama wayang saya maksudkan sebagai identitas bahwa anak saya berasal dari Jawa. Dan nama Arab yang identik dengan kultur Islam, saya maksudkan sebagai identitas bahwa anak saya adalah seorang muslim.</p>
<p>Kalimat “apalah arti sebuah nama” sama sekali tidak berlaku bagi saya. Karena bagi saya nama sangatlah berarti, baik bagi sang anak maupun orang tua. Dan sekali lagi, nama adalah sebuah doa, pengharapan dan identitas.</p>
<p>Alhamdulillah <em>(tanpa “sesuatu banget ya…”)</em>… Anakku lahir…Selamat dan sehat…</p>
<p>Hari itu memang seperti hari-hari Sabtu biasa. Yang berbeda hanya tanggalnya. Sabtu itu tanggal 19 November 2011. Saya pulang ke Jogja sebagai rutinitas mingguan. Maklum perantau mingguan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Bahkan rencananya, Sabtu itu saya akan masak bersama istri seperti hari sabtu biasanya. Tapi sejak pagi <em>kok </em>istri saya selalu merasakan kontraksi yang intens setiap 5 menit. Karena dulu pernah terjadi kontraksi palsu, jadi hari itu istri saya tidak mau langsung dibawa ke rumah sakit. Mau menunggu dulu sampai jam 12 siang. Karena beberapa hari sebelumnya juga pernah terjadi pendarahan dan kontraksi serupa, namun setelah dibawa ke rumah sakit, ternyata kontraksi palsu dan belum ada tanda-tanda pembukaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat itu pun tidak terpikir akan terjadi proses kelahiran. Mengingat hari perkiraan lahirnya tanggal 30 November 2011.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/xwisnuajix.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/xwisnuajix.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/xwisnuajix.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/xwisnuajix.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/xwisnuajix.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/xwisnuajix.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/xwisnuajix.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/xwisnuajix.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/xwisnuajix.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/xwisnuajix.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/xwisnuajix.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/xwisnuajix.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/xwisnuajix.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/xwisnuajix.wordpress.com/435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=xwisnuajix.wordpress.com&amp;blog=9194063&amp;post=435&amp;subd=xwisnuajix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xwisnuajix.wordpress.com/2011/11/22/kaniraras-syifa-edelweiss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/861bfd53660496286fd1f6e361605526?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">xwisnuajix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/384684_1657987067427_1769640799_834547_1401897826_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kaniraras Syifa Edelweiss</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
